MUSLIM GORONTALO

Selasa, 29 November 2011

PASAR KONSUMEN DAN PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN PASAR INDUSTRI DAN PERILAKU PEMBELI DI PASAR INDUSTRI



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyusunan makalah dengan judul “Pasar Konsumen dan Perilaku Konsumen serta Pasar Industri dan Perilaku Pembeli Pasar Industri” inidibuat dengan didasari oleh teori-teori pemasaran. Karena ruang lingkup pemasaran tidak hanya tentang produk dan penjualannya maka kita perlu melakukan pembahasan tentang bagian – bagian yang disentuh dalam marketing itu sendiri terutama tentang informasi dan permintaan pasar.Untuk memahami permintaan pasar, kita selayaknya mengerti mengenai karakteristik yang mempengaruhi prilaku calon pembeli, proses pengambilan keputusan dari calon konsumen, factor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan tersebut, tipe perilaku pembelian konsumen terhadap suatu produk pasar, serta perilaku konsumen luar negeri.
Sedangkan untuk pasar industry, kita perlu mengetahui perilaku pembeli pasar industry yang melingkupi; berbagai situasi pembelian utama, peserta proses pembelian di pasar industry, pengaruh utama yang mempengaruhi pembeli di pasar industry, proses pembelian di pasar industry, serta mengetahui tentang pasar institusi dan pemerintah.
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas di dalam makalah ini berkaitan dengan Pasar Konsumen dan Perilaku Konsumen serta Pasar Industry dan Perilaku Pembeli Pasar Industry, dirumuskan menjadi :
1. Apa definisi dari pasar konsumen dan pasar industry?
2. Bagaimana perilaku konsumen pada setiap segmen?
3. Apa sajakah yang mempengaruhi perilaku konsumen?
4. Bagaimana proses pembelian pada setiap segmen?
C. Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, menjelaskan, mengetahui, dan memahami akan permintaan pasar konsumen, dan pasar industry, perilaku dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen di setiap segmennya.
BAB I
PASAR KONSUMEN DAN PERILAKU
PEMBELIAN KONSUMEN
PASAR KONSUMEN
Pasar konsumen adalah kelompok individual (perorangan maupun rumah tangga) yang membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, tidak untuk maksud lain.
PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN
Perilaku pembelian Konsumen akhir (individu dan rumah tangga) yang membeli barang atau jasa untuk konsumsi pribadi.
I. Model Perilaku Konsumen
Perilaku pasar konsumen dapat dijelaskan dengan model rangsang-tanggapan (stimulus-respons model).
Model rangsang-tanggapan (S-R model) adalah sebagai berikut :
STIMULUS
---------------------------
Pemasaran Lingkungan
Produk Ekonomi
Harga Teknologi
Tempat Politik
Promosi Budaya
PROSES PERILAKU
----------------------------
Karakteristik Pembeli
(Faktor Personal, Faktor Sosial)
Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
RESPON
---------------------------
Pilihan Produk
Pilihan merk
Pilihan dealer
Pilihan waktu membeli
Jumlah Pembelian
Pemasar ingin memahami bagaimana rangsangan itu diubah menjadi tanggapan dalam proses perilaku konsumen yang terdiri dari 2 bagian :
1. Karakteristik pembeli mempengaruhi bagaimana dia mempersepsikan dan bereaksi terhadap rangsangan.
2. Proses pengambilan keputusan pembelian itu sendiri mempengaruhi perilaku pembeli.
II. Karakteristik yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
1. Faktor-faktor Budaya
a. Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
b. Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
c. Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.
2. Faktor-faktor Sosial.
a. Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
b. Keluarga.
c. Peran dan Status. ( Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.
3. Faktor-faktor Pribadi
a. Umur dan Tata Siklus Hidup,
b. Pekerjaan.
c. Situasi Ekonomi.
d. GayaHidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
e. Kepribadian dan Konsep Diri. (Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka ).
4. Faktor-faktor Psikologis
a. Motivasi, kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
b. Persepsi, Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
c. Pembelajaran, perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
d. Keyakinan dan Sikap, (keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu objek atau ide ).
III. Tipe Perilaku Pembelian Konsumen
Perilaku pembelian konsumen dapat dibedakan dalam beberapa kategori menurut dasar :
1. Usaha Pemecahan Masalah yang Dihadapi Calon Pembeli :
a. Perilaku Respon Rutin (Routinezed Response Behavior)
Adalah perilaku pembelian rutin untuk persoalan yang sering dihadapi.Umumnya frekuensi kebutuhan produk tinggi, misalnya kebutuhan barang-barang sehari-hari contohnya makanan, sabun.
b. Perilaku Pemecahan masalah yang terbatas (Limited Problem Solving)
Adalah perilaku pembelian yang memerlukan usaha pemecahan persoalan yang terbatas.Frekuensi pembeliannya tidak begitu tinggi.
c. Perilaku Pemecahan Masalah yang Ekstensif (Extensive Problem Solving)
Adalah perilaku pembelian untuk mengatasi persoalan yang sangat tidak rutin.Frekuensi pembelian sangat jarang.
2. Keterlibatan Pembeli dan Perbedaan Merk Produk Yang Hendak Dipilih untuk Dibeli :
a. Perilaku Pembelian yang Kompleks
b. Perilaku Pembelian Pencarian Variasi
c. Perilaku Pembelian Menekan Ketidaksesuaian
d. Perilaku Pembelian Kebiasaan
IV. Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) oleh konsumen meliputi kegiatan :
1.                  Pengenalan Kebutuhan
Tahap dimana konsumen mengenali permasalahan atau kebutuhan.
2.                  Pencarian Informasi
Tahap dimana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian atau mungkin pula mencari informasi secara aktif.
3.                  Pengevaluasi Alternatif
Tahap dimana konsumen mengunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan.
4.                  Keputusan Pembelian
Tahap dimana konsumen secara actual melakukan pembelian produk.
5.                  Perilaku Setelah Pembelian
Tahap dinama konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada keputusan atau ketidakpuasan mereka.



V. Proses Keputusan Pembelian Produk Baru
Produk Baru adalah Barang, Jasa atau Ide yang dianggap oleh sebagian calon konsumen sebagai hal yang baru. Dalam pengambilan keputusan pembelian produk baru ini melalui Proses Adopsi yaitu proses mental yang dijalani oleh individu melewati dari pertama mempelajari inovasi tertentu hingga ke adopsi akhir.
TahTahap-tahap Proses Adopsi
1. Kesadaran (awareness), konsumen tahu akan produk baru tetapi kekurangan informasi tentangnya.
2. Ketertarikan (interest), konsumen mencari informasi tentang produk baru tersebut.
3. Pengevaluasian (evaluation), konsumen mempertimbang kan apakah mencoba produk baru adalah masuk akal.
4. Percobaan (trial), konsumen mencoba produk dalam skala yang kecil untuk meningkakan perkiraan besarnya nilai produk tersebut.
5. Pengadopsian ( adoption), konsumen menentukan apakah akan menjadi pemakai tetap atau tidak dari produk baru tersebut.
Pengaruh Karakteristik Produk terhadap Tingkat Pengadopsian.
1. Keunggulan relatif
Tingkat yang menunjukan keunggulan inovasi terhadap produk yang telah ada.
2. Kompatibilitas
Tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai dan pengalaman calon konsumen.
3. Kompleksitas
Tingkat kesulitan inovasi untuk dimengerti atau digunakan.
4. Divisibilitas
Tingkat inovasi dapat dicoba sedikit demi sedikit.
5. Komunikabilitas
Tingkat kemampuan hasil penggunaan inovasi dapat diobservasi atau dijelaskan kepada orang lain.
VI. Perilaku Konsumen Luar Negeri
Di dalam kegiatan ekonomi, konsumen berperan sebagai pengguna atau pemakai barang maupun jasa yang dihasilkan oleh pelaku ekonomi yang lain.
Peranan masing-masing pelaku ekonomi yaitu sebagai berikut :
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK) yang menghasilkan faktor-faktor produksi menjualnya ke pasar produksi.
2. Rumah Tangga Produsen (RTP) membeli faktor-faktor dari rumah tangga dan memberikan uang sebagai balas jasa rumah tangga. Selanjutnya perusahan memproduksi barang/jasa dan dijual ke pasar barang atau ekspor.
3. Pemerintah memperoleh pendapatan dari penerimaan pajak pribadi, pajak usaha, bea masuk, dan sumber lain.
4. Rumah tangga luar negeri dalam bidang ekonomi melalui kegiatan ekspor dan impor serta kegiatan lain yang menguntungkan tiap Negara.
Umumnya negara sedang berkembang lebih memilih kebijakan ekonomi terbuka, yaitu melakukan hubungan ekonomi dengan luar negeri. Kebijakan ini akan membuka akses pasar ekspor bagi produk-produk mereka, sekaligus membuka sumber pengadaan barang modal dan bahan baku industri dari negara-negara lain.
Selain menghasilkan devisa, kebijakan promosi ekspor dapat melatih dan meningkatkan daya saing atau produktivitas para pelaku ekonomi dornotik. Umumnya, negara sedang berkembang mengekspor hasil-hasil sektor primer (pertanian dan pertambangan) atau hasil-hasil industri yang telah ditinggalkan negara-negara yang lebih dahulu maju. Thailand misalnya, sangat terkenal sebagai negara yang mampu menghasilkan devisa dari ekspor hasil pertanian. Sementara Indonesia, memperoleh devisa yang besar dari ekspor tekstil.
Kebijakan substitusi impor adalah kebijakan untuk memproduksi barang-barang yang diimpor. Tujuan utamanya adalah penghematan devisa. Di Indonesia, pengembangan industri tekstil pada awalnya adalah substitusi impor. Jika tahap substitusi impor terlampaui, biasanya untuk tahap selanjutnya menempuh strategi promosi ekspor.
Tapi kalau cari produk asli Indonesia, tentu sulit. Karena terlalu banyak barang sandang yang bermerk Cina dan luar lainnya dan tentunya dengan harga yang sangat miring.Kenyataannya sebagian besar masyarakat Indonesia memang suka membeli barang murah, tak peduli itu barang bajakan.Lalu bagaimana dengan kalangan atas yang sudah terjangkit pola hidup jetset-nya?Kebalikannya, mereka justru sangat cinta dengan segala barang bermerk mahal.Tak sedikit juga yang akhirnya menjadi apatis dengan nasib perekonomian dan pasar Indonesia.warga kalangan atas Indonesia yang dengan santainya menggesek kartu kredit di mall demi mendapatkan barang-barang bernilai jutaan rupiah. Ketika termanjakan dengan limpahan uang, mereka jadi tak punya kontrol diri dalam berbelanja.Berapapun harganya, kalau sudah terlanjur suka, ya dibeli.
Penduduk Indonesia memang terkenal sebagai konsumen paling aktif di Asia.Rasa gengsi akibat tuntutan lingkungan, penyakit shopaholic, dan didikan yang kurang mengenai kebijakan berbelanja menjadi beberapa faktor utamanya. Butik dan mall di Singapura, Korea, Italia, Hongkong, Australia, dan AS pun memiliki daftar pembeli tetap yang sebagian besarnya adalah penduduk Indonesia. Konsumen Indonesia punya kebiasaan memborong barang-barang edisi terbaru, tak berniat menawar, dan kembali lagi kalau puas dengan pelayanannya.Hal ini yang dimanfaatkan oleh butik-butik luar negeri untuk selalu mengajak konsumen Indonesia mampir lagi.Itu karena uang konsumen Indonesia banyak memakmurkan brand luar negeri.
Kalau dilihat dari sini, maka tak heran kalau banyak produsen lokal yang merana.Barang-barang lokal tak pernah menjadi nomor satu di luar negeri, dan bahkan di negeri sendiri.Memang perlu diakui kalau produk lokal punya banyak kelemahan dibanding produk impor. Belum lagi, produsen Indonesia jarang memasang harga yang lebih murah melainkan lebih tinggi, alasannya karena pungutan distributor yang tinggi dan kelangkaan/mahalnya bahan baku. Tentu saja konsumen kabur karena produk lokal tidak dapat memuaskan hasrat belanja, maka mencomot barang impor menjadi pilihan.Apalagi sebagian besar penduduk Indonesia dari kalangan bawah hingga atas terbukti memiliki penyakit mental untuk terus menerus belanja meski tidak membutuhkan barang tersebut.Dan tidak ada penanganan yang serius dari didikan di lembaga pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari juga memperparah mental konsumen Indonesia.
BAB II
PASAR INDUSTRI
DAN PERILAKU PEMBELI DI PASAR INDUSTRI
A. Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia Perekonomian Bisnis
Definisi dan pengertian industri.
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
2. Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya = berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986
1. Industri kimia dasar
Contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar
Misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri
Misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1. Industri primer
Adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu.
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
Adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
B. PERILAKU PEMBELI DI PASAR INDUSTRI
Berbagai Situasi Pembelian Utama
1. Pembelian Ulang sepenuhnya
Merupakan situasi pembelian di pasar industri yang ditandai oleh pembeli secara rutin memesan ulang sesuatu tanpa ada modifikasi.
2. Pembelian ulang dengan modifikasi
Situasi pembelian di pasar industri yang ditandai oleh pembeli ingin memodifikasi spesifikasi, harga, persyaratan, dan pemasok produk.
3. Tugas Baru
Situasi pembelian di pasar industri yang ditandai oleh pembeli membeli produk atau jasa untuk yang pertama kalinya.
4. Pembelian sistem
Pembelian penyelesaian masalah secara terpaket dari satu penjual.
Peserta Proses Pembelian di Pasar Industri
Unit pengambilan keputusan organisasi pembelian disebut “Pusat Pembelian “ yaitu semua individu dan unit yang berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan di pasar industri.
Pemakai, Anggota organisasi yang akan mengunakan produk atau jasa, pemakai sering pencetus usulan pembelian dan membantu mendefinisikan spesifikasi produk.
Pemberi Pengaruh, orang di dalam pusat pembelian suatu organisasi yang mempengaruhi keputusan pembelian, mereka sering membantu mendefinisikan spesifikasi dan juga menyediakan informasi untuk mengevaluasi sejumlah alternatif.
Pengambil Keputusan, orang di dalam pusat pembelian suatu organisasi yang memiliki kekuatan formal dan informasi untuk memilih atau menyetujui pemasok yang harus dipilih.
Penjaga gawang, orang yang di dalam pusat pembelian suatu organisasi yang mengendalikan arus informasi kepada orang lain.
Pengaruh Utama yang dihadapi Pembeli di Pasar Industri
1. Faktor-faktor lingkungan
Ø Perkembangan peraturan dan kondisi politik.
Ø Perkembangan persaingan.
Ø Budaya dan adat-istiadat.
Ø Perkembangan ekonomi
Ø Kondisi penawaran
Ø Perubahan teknologi
2. Faktor-faktor organisasi
Ø Tujuan
Ø Kebijakan
Ø Prosedur
Ø Struktur Organisasi
Ø Sistem

3. Faktor-faktor antar pribadi :
Ø Otoritas
Ø Status
Ø Empati
Ø Kemampuan mempengaruhi orang
4. Faktor-faktor individu:
Ø Umur
Ø Pendidikan
Ø Posisi jabatan
Ø Kepribadian
Ø Sikap terhadap resiko
Proses Pembelian di Pasar Industri
1. Pengenalan Masalah. Tahap pertama dalam proses pembelian di pasar industri ketika seorang di perusahaan tertentu mengenali adanya masalah atau kebutuhan yang dapat dipecahkan dengan memperoleh barang atau jasa tertentu.
2. Penjabaran Kebutuhan secara Umum. Tahap dalam proses pembelian dipasar industri ketika perusahaan tersebut menjabarkan secara umum karakteristik dan kuantitas barang yang dibutuhkan.
3. Spesifikasi Produk. Tahapan ketika organisasi pembeli memutuskan dan menspesifikasikan karakteristik produk yang secara teknis terbaik atas barang yang dibutuhkan.
4. Analisis Nilai. Pendekatan pengurangan biaya dimana semua komponen dipelajari secara seksama guna menentukan apakah dapat dirancang ulang, distandarisasikan atau dibuat dengan metode produksi yang lebih baik.
5. Pencarian Pemasok. Tahapan ketika pembeli berusaha mendapatkan pemasok terbaik.
6. Pengumpulan Proposal. Tahapan ketika pembeli mengundang pemasok yang memenuhi syarat untuk mengajukan proposal.
7. Pemilihan Pemasok. Tahapan ketika pembeli mengulas proposal dan memilih satu atau beberapa pemasok.
8. Spesifikasi pesanan rutin. Tahapan ketika pembeli menulis pesanan akhir kepada pemasok terpilih, membuat daftar spesifikasi, kuantitas yang dibutuhkan, waktu penyerahan yang diharapkan, kebijakan pengembalian barang dan garansi.
9. Penilaian Kinerja. Tahapan ketika pembeli memeringkat kepuasannya terhadap pemasok, sambil mengambil keputusan apakah akan melenjutkan, memodifikasi atau memutuskan perjanjian hubungan tersebut.
C. PASAR INSTITUSI DAN PEMERINTAH
Pasar Institusi
Ø Terdiri dari sekolah, rumah sakit, rumah jompo, dan institusi lain yang menyediakan barang dan jasa bagi orang-orang yang mereka pelihara.
Ø Setiap institusi mempunyai sponsor dan tujuan yang berbeda.
Ø Pasar institusi memiliki cirri anggaran yang rendah dan pelanggan yang sudah pasti.
Ø Banyak pemasar mendirikan divisi terpisah untuk melayani ciri dan kebutuhan khusus pembeli institusi.
PasarPemerintah
Ø Unit pemerintah --- pemerintah federal, negara bagian, dan lokal – yang membeli atau menyewa barang dan jasa guna menunaikan fungsi utama pemerintah.
Ø Biasanya meminta pemasok mengajukan penawaran dan biasanya mereka memberikan kontrak kepada pemasok yang menawarkan harga terendah.
Ø Umumnya lebih menyukai pemasok domestik daripada pemasok asing.
Ø Sebagian besar pemerintah akan memberikan pemasok panduan yang lengkap yang menerangkan cara menjual kepada pemerintah.
Ø Kriteria non-ekonomi juga memainkan peranan dalam pembelian pemerintah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pasar Konsumen adalah kelompok individual (perorangan maupun rumah tangga) yang membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, tidak untuk maksud lain. Model perilaku pasar konsumen digambarkan dalam bentuk skema stimulus-respons model, yang menjelaskan mengenai karakteristik pembeli mempengaruhi bagaimana dia mempersepsikan dan bereaksi terhadap rangsangan serta proses pengambilan keputusan pembelian itu sendiri mempengaruhi perilaku pembeli.
Adapun karakterisitik yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu factor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Didalam pembelian suatu produk, terdapat suatu proses pengambilan keputusan yang biasa dihadapi oleh konsumen, meliputi pengenalan kebutuhan, kebutuhan informasi, evaluasi alternative, pengambilan keputusan, dan perilaku lanjut.
Produk Baru adalah Barang, Jasa atau Ide yang dianggap oleh sebagian calon konsumen sebagai hal yang baru. Dalam pengambilan keputusan pembelian produk baru ini melalui Proses Adopsi yaitu proses mental yang dijalani oleh individu melewati dari pertama mempelajari inovasi tertentu hingga ke adopsi akhir.
Pasar Industry adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri.Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.Berbagai situasi pembelian utama dalam pasar industry melingkupi pembelian ulang sepenuhnya, pembelian ulang dengan modifikasi, tugas baru dan pembelian sistem.
Peserta proses pembelian di pasar industry meliputi pemakai, pemberi pengaruh, pengambil keputusan, penjaga gawang. Adapun factor utama yang mempengaruhi pembeli di dalam pasar industry yaitu dipengaruhi oleh factor lingkungan, factor organisasi, faktor antar pribadi, factor individu. Sedangkan proses pembeliannya dijabarkan dalam tahapan, dimulai dari pengenalan masalah, penjabaran kebutuhan secara umum, spesifikasi produk, analisis nilai, pencarian pemasok, pengumpulan proposal, pemilihan pemasok, spesifikasi pesanan rutin, dan penilaian kinerja.
Pasar institusi adalah pasar yang memfasilitasi masyarakat yang mereka pelihara, seperti rumah sakit, sekolah, dan institusi lain. Setiap institusi ini memiliki sponsor yang berbeda, memiliki anggaran yang minimal dan pelanggan yang pasti,
Pasar pemerintah adalah unit pemerintah yang menjual atau menyewa barang dan jasa untuk menunjang fungsi utama pemerintah, lebih menyukai pemasok domestic, meminta dan memberikan kontrak pada pemasok dengan dana yang lebih rendah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR YANG MEMBANGUN YAH :)